Pengusaha, Fokuslah! Simak 4 Tips Sehat Bermedia Sosial ini

Hidup di era digital memungkinkan Anda untuk mengakses informasi apapun, kapan pun dan di mana pun. Sebagai pengusaha, banyak pengetahuan bisnis baru yang bisa Anda dapatkan dari dunia maya. Namun tren digitalisasi tidak hanya memberikan efek positif, melainkan juga efek negatif. Arus informasi yang begitu deras melalui komputer, gawai dan telepon genggam dapat menganggu fokus kehidupan Anda sehingga hidup Anda menjadi kurang teratur dan juga kurang produktif. Anda pun terlena bermedia sosial, hingga akhirnya Anda sadar bahwa waktu Anda sebagai pribadi dan pengusaha sudah terbuang sia-sia. 

Masalahnya, arus informasi yang begitu deras tidak selalu bisa Anda hindari. Setiap saat pesan bisa masuk ke dalam telepon genggam Anda. Pemberitahuan (notifikasi) pun bisa muncul dari media sosial Anda selama 24 jam. Lalu, apa yang harus Anda lakukan?

Baca Juga : Bukan Mistis! 5 Bunga ini Bikin Jualan Laris

 

1. Batasi Informasi dan Fokus pada Tujuan

pixabay.com

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi gangguan arus informasi ini adalah dengan membatasi alirannya. Hal ini dapat Anda lakukan dengan cara memilih dan menyaring informasi mana saja yang Anda butuhkan dan mana yang tidak. Anda juga dapat membatasi aliran informasi ini dengan cara menyingkirkan hal-hal yang tidak terlalu penting. Misalnya, jika untuk berkomunikasi Anda paling sering menggunakan email dan ponsel, maka media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan sebagainya bisa Anda singkirkan.

 

2. Batasi Waktu Interaksi dengan Media Sosial

pexels.com

Selain  itu, Anda juga dapat membatasi aliran informasi dengan cara membatasi waktunya. Membatasi waktu secara otomatis juga akan mengurangi jumlah informasi yang masuk. Misalnya, Anda hanya akan membuka media sosial cukup selama 15 menit, dua kali dalam satu hari tergantung kebutuhan Anda, atau menonton televisi cukup dua jam selama satu hari saja.

 

3. Batasi Respon lewat Media Sosial

pexels.com

Teknologi juga memaksa Anda untuk selalu aktif berinteraksi dengan pengguna lain. Dalam satu hari saja, akan ada banyak umpan balik dari sebuah postingan media sosial yang Anda buat atau pesan yang masuk ke email atau ponsel Anda. Tidak semua umpan balik dan pesan ini harus Anda respon karena belum tentu itu penting buat Anda. Hal ini juga berlaku dalam pemenuhan kebutuhan akan berita terkini. Kita cenderung ingin mengetahui berita terbaru yang terjadi saat ini baik dari media online atau pun televisi. Sekali lagi, Anda harus memikirkan apakah informasi atau berita tersebut  benar-benar Anda butuhkan atau tidak.

 

4. Cari dan Atasi Sumber Gangguan

pexels.com

Menyingkirkan gangguan ini bukanlah suatu hal yang mudah karena terkoneksi dengan teknologi sudah seperti candu. Untuk menghilangkan kecanduan ini , Anda harus mencari sumbernya dan mencoba mengatasinya. Fokuslah pada tujuan-tujuan penting di dalam hidup Anda, sehingga kegiatan sampingan yang hanya membuang-buang waktu bisa Anda kurangi.

Untuk fokus pada hal-hal yang penting di dalam hidup, Anda dapat melakukan langkah-langkah sederhana. Langkah pertama, Anda harus menentukan tujuan-tujuan penting di dalam hidup Anda. Selanjutnya, tetapkan skala prioritas. Setelah prioritas ditentukan, Anda harus menghilangkan hal-hal yang dapat mengganggu Anda dalam menyelesaikannya, penggunaan media sosial secara berlebihan salah satunya.

Kerahkan semua konsentrasi Anda untuk menyelesaikannya. Cobalah hindari sekuat tenaga dorongan untuk mengecek media sosial. Setelah tugas selesai, baru ambil waktu untuk bersantai dengan itu semua. Fokus  akan mudah didapatkan jika Anda hanya melakukan satu pekerjaan saja dalam satu waktu. Oleh karena itu, pilihlah pekerjaan yang paling penting untuk diselesaikan terlebih dahulu baru lanjutkan dengan pekerjaan berikutnya.

Selain lebih fokus, mengerjakan satu tugas dalam satu waktu juga dapat membuat kualitas pekerjaan yang Anda lakukan lebih terjaga. Hal ini juga dapat menjadikan Anda lebih bersungguh-sungguh dengan memberikan waktu dan perhatian yang cukup terhadap apa yang Anda kerjakan.

Baca Juga : Salesman Tidak Produktif? Tingkatkan Kualitas dengan 2 Kunci Disiplin ini

Trends | 22 / 07 / 2017 | 185066