Jangan Kapok Gagal! Lakukan 3 Hal Ini Agar kembali Termotivasi!

Seorang pemimpin harus bisa memotivasi orang lain!

 

Oleh: Redaksi

Motivasi untuk bangkit dari kegagalan

Ketika sudah melangkah, seringkali perjalanan tidak seperti yang diharapkan. Terkadang kita jatuh di tengah jalan. Jika ini terjadi, tumbuhkan motivasi untuk bangkit lagi. Seorang pemimpin harus bisa menjadi sumber energi bagi orang-orang di sekelilingnya, bukan sebaliknya, menuntut orang lain untuk selalu memberikan dukungan. Namun sebelum itu, dia harus bisa memotivasi dirinya sendiri. Martin Selignman (2006) dalam bukunya, Learned Optimism: How to Change Your Mind and Your Life, mengungkapkan bahwa kemampuan seseorang untuk bangkit dari kegagalan adalah caranya dalam memahami suatu kejadian. Ia menjelaskan bahwa orang yang optimis dan pesimis memiliki pemikiran yang sangat berbeda dalam memahami suatu kondisi.

Berikut ini 3 “mantra sakti” yang digunakan oleh orang-orang yang optimis untuk bangkit dari kegagalan:

1. Gagal itu bukan permanen, tetapi sementara

pixabay.com

Orang yang pesimis cenderung percaya bahwa sebuah kegagalan terjadi terus-menerus dan tidak akan berhenti. Kebodohan, keburukan, tidak bertalenta, semuanya menyebabkan tidak adanya kemauan untuk mengubahnya. Berbeda dengan si optimis yang menganggap bahwa kegagalan bersifat sementara. Mereka berpikir bahwa di masa depan nanti, kegagalan yang sama tidak akan terjadi jika berusaha.

Baca Juga: Simak Kisah BrideStory, Bisnis Wedding Kekinian ala Kevin Mintaraga!

2. Gagal itu tidak personal, tetapi situasional

pixabay.com

Si pesimis menganggap bahwa suatu kejadian terjadi karena dirinya secara keseluruhan. Ia tidak mau menganalisis secara lebih dalam bahwa suatu kegagalan dapat terjadi karena situasi-situasi tertentu yang menyebabkannya. Hal ini terjadi karena si pesimis selalu berorientasi “me, me and always me”. Pisahkan suatu kejadian dari diri Anda. Ungkapan “Saya jelek” sangat berbeda makna dengan “Saya berpenampilan jelek”, karena hal itu menunjukkan apa yang perlu dipersalahkan: Anda atau busana Anda?

3. Gagal itu tidak menjalar, tetapi spesifik

stocksnap.io

Jika Anda berpikir bahwa suatu hal buruk yang Anda alami tidak hanya akan terjadi pada satu hal tetapi juga pada berbagai hal dalam hidup Anda, berhati-hatilah. Pikiran pesimis tersebut bisa membunuh kreativitas Anda. Alih-alih berpikir bahwa segalanya buruk, berpikirlah secara kritis bahwa kegagalan yang terjadi tidak berlaku untuk semua hal. “Saya tidak bisa bermain bola basket” tidak berarti “Saya tidak bisa berolahraga sama sekali”, bukan?

Praktikanlah “mantra-mantra” tadi dan teruslah berkarya meskipun kegagalan kadangkala muncul di depan Anda!

Baca Juga: Bikin Bisnis Kekinian Tak Sulit Jika Terapkan 3 Trik Mudah Ini!

Lifestyle | 19 / 11 / 2017 | 87