Karyawan Bandel Jadi Patuh dengan 4 Cara Ini, Tak Perlu Galak

Jangan terlalu kaku jadi pemimpin di era kekinian!

 

Oleh: Redaksi

Seorang karyawan tidak akan bisa mengoptimalkan potensinya selama masalah utama dalam dirinya tidak terselesaikan. Masalahnya adalah seringkali seorang bos terburu-buru memberikan nasehat tanpa tahu akar masalahnya terlebih dahulu. Daripada Anda pusing sendiri untuk memikirkan solusinya, kenapa tidak mengajaknya berpikir bersama?

Inilah yang dinamakan coaching. Definisi sederhana dari coaching adalah “mengajukan pertanyaan yang akan membuat orang lain menemukan sendiri jawaban yang tepat untuk mereka”. Lewat coaching, Anda hanya perlu mengajukan pertanyaan yang tepat, sehingga bawahan terangsang untuk berpikir dan menemukan sendiri solusi yang tepat untuk masalahnya. Salah satu teknik coaching yang terkenal adalah model GROW yang dikenalkan oleh Graham Alexander dan kawan-kawan.

GROW sendiri merupakan singkatan dari 4 jenis pertanyaan utama yang perlu diajukan oleh seorang pemimpin saat melakukan coaching kepada bawahan.

1. Bersama-sama menentukan tujuan utama (Goal)

viki.com

Pada awal proses coaching, ajukanlah pertanyaan untuk mengidentifikasi perilaku yang perlu diubah. Jadikan itu sebagai tujuan bersama. Ingat, prosesnya adalah lewat bertanya, bukan dengan menceramahi. Contoh pertanyaannya adalah: “Apa yang sebenarnya Anda cari di pekerjaan ini? Apa tujuan Anda bekerja?”. Pertanyaan lain bisa Anda ajukan sesuai dengan situasi dan kondisi.

Baca Juga: 3 Hal Ini Bikin Kaya dengan Traveling, Dijamin Ketagihan

2. Membantu karyawan menganalisis kenyataan yang ada (Reality)

nytimes.com

Selanjutnya, ajaklah dia untuk merenungi kinerjanya saat ini. Ajukanlah pertanyaan untuk membuatnya bisa memberikan penilaian terhadap kinerjanya sendiri. Ingat, jangan Anda yang menghakimi. Contoh pertanyaannya antara lain: “Bagaimana dengan kinerjamu saat ini? Apakah sudah sejalan dengan tujuan yang tadi ditetapkan? Hal apa yang masih bisa ditingkatkan?”. Dengan pertanyaan semacam itu, anggota tim kita akan terbuka sendiri pikirannya. Tanpa harus kita ceramahi, dia akan bisa menyadari aspek mana di dalam kinerjanya yang masih bisa dioptimalkan.

3. Membantu menentukan hal-hal yang sebaiknya ditingkatkan (Options)

pixabay.com

Setelah dia menyadari sendiri aspek yang bisa ditingkatkan, mulailah ajukan pertanyaan lanjutan untuk menjajaki kemungkinan-kemungkinan perbaikan. Sekali lagi, biarkan dia sendiri yang mengeksplorasi opsi-opsi yang mungkin menjadi solusi. Dengan demikian, dia akan lebih memiliki komitmen lebih tinggi untuk menjalankannya.

Contoh pertanyaan di tahap ini antara lain: “Apa yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kinerja yang belum optimal tadi? Apa hambatan yang mungkin dihadapi? Hal apa yang bisa membantu Anda?

4. Memantapkan kemauan dan komitmen untuk benar-benar memperbaiki diri (Will)

ninja-reflection.com

Setelah diskusi dan tanya jawab mengerucut pada sebuah solusi, mulailah bangun komitmennya agar mau segera melaksanakannya tanpa menunda-nunda. Seringkali coaching tidak menghasilkan apa-apa karena di akhir sesi tidak ada komitmen konkret yang disepakati bersama.

Untuk itu, ajukanlah pertanyaan yang membuatnya semakin mantab untuk segera melakukan perubahan. Contoh pertanyaan-pertanyaannya antara lain: “Jadi, apa yang bisa Anda lakukan dalam waktu dekat ini? Hal apa yang bisa membuat Anda konsisten untuk menjalankan inisiatif perbaikan tadi?”.

Dengan mempraktikkan teknik coaching semacam ini, permasalahan karyawan akan lebih tergali dan mereka pun akan lebih berkomitmen untuk melakukan perubahan diri.

Baca Juga: Ternyata Begini Karakter Orang Sukses Menurut Karyawan Mereka

Leadership | 04 / 12 / 2017 | 73