Layak Dicoba! Ini Lho Cara Praktis Agar Bisnis Laris dan Terkenal!

Saatnya Anda membuat slogan yang melegenda!

 

Oleh: Redaksi

Al Ries dan Jack Trout (1981) dalam buku legendaris  mereka ”Positioning: The Battle of Your Mind” mengatakan bahwa perang pemasaran tidak terjadi di pasar, tapi di benak pelanggan. Perang pemasaran sesungguhnya adalah perebutan sejengkal ruang di kepala pelanggan. Semua merek produk dan jasa hakekatnya senantiasa berupaya untuk memiliki posisi yang kokoh dan unik di benak pelanggannya.

Satu contohnya, Honda rajin mengkampanyekan slogan One Heart. Dalam pemasaran, inilah yang dinamakan strategi positioning. Philip Kotler (2001) mengatakan bahwa positioning tak lain adalah segala upaya untuk mendesain produk dan merek kita agar dapat menempati sebuah posisi yang unik di benak pelanggan. Inilah yang dinamakan tagline atau slogan. Tantangan yang dihadapi para pebisnis adalah menyusun tagline yang bisa menempel di benak pelanggan. Berikut ini beberapa tips praktis yang perlu Anda perhatikan:

1. Perhatikan siapa target pasar Anda

Target pasar yang berbeda memiliki kebutuhan yang berbeda. Preferensi serta prioritas mereka dalam memilih produk juga akan berbeda. Ada yang lebih mengutamakan harga, ada pula yang lebih mengutamakan kualitas. Target pasar yang berbeda juga akan menggunakan bahasa yang berbeda.

oxford-group.com

Jika Anda menyasar para eksekutif atau pekerja kantoran, slogan dengan bahasa yang serius dan formal masih dimungkinkan. Namun jangan coba-coba menggunakan bahasa yang sama jika target pasar Anda adalah anak muda. Bisa-bisa Anda akan ditinggalkan. Slogan dengan bahasa yang modern namun kasual (santai) barangkali lebih tepat untuk mereka. Untuk itu Anda harus benar-benar memahami siapa sebenarnya target pasar dari produk atau jasa Anda. Jika diperlukan, lakukan riset sederhana untuk lebih memahami profil dan preferensi mereka. Cobalah datangkan beberapa responden untuk dilibatkan dalam wawancara. Dengarkan apa kebutuhan mereka dan seperti apa bahasa yang mereka gunakan. Jadikan semua itu sebagai acuan dalam merancang slogan dan program komunikasi pemasaran.

Baca Juga: Ingin Sukses Berbisnis? Pastikan Anda Punya 5 Target Ini Dulu!

2. Tentukan keunikan dari produk atau jasa Anda

Ingatlah bahwa di era digital ini, selain produk atau jasa Anda, masih ada puluhan, ratusan dan bahkan ribuan merek lainnya yang berlomba-lomba untuk masuk ke dalam kepada konsumen. Demi menempati posisi yang kokoh di benak pelanggan, perusahaan lazim menggunakan slogan pendek yang biasanya hanya terdiri dari beberapa kata. Untuk itu harus ada keunikan yang Anda tawarkan.

gamespot.com

Sesuatu yang beda dan unik otomatis akan lebih menarik. Namun jangan asal beda. Tawarkan keunikan yang memang sesuai dengan kebutuhan target pasar Anda. Ada dua pilihan yang umum digunakan: keunikan dari sisi manfaat dan manfaat emosional. Slogan “Gantinya Ngopi” yang pernah dipakai oleh permen Kopiko adalah contoh keunikan fungsional. Sedangkan slogan Biskuat yang berbunyi “Semangat Untuk yang Kamu Suka” adalah contoh manfaat emosional.

3. Gunakan visualisasi yang menarik sebagai penguat pesan

Era digital menjadikan kekuatan visual lebih berperan. Karena itulah Paula Ries dalam bukunya yang berjudul Visual Hammer and Verbal Nails menekankan pentingnya visualisasi yang menarik untuk menjadikan tagline Anda lebih mudah tertanam di benak konsumen. Ries mengibaratkan kata-kata yang menarik layaknya paku yang ingin kita tancapkan di dalam benak konsumen.

unsplash.com

Itulah yang diwujudkan dalam bentuk slogan. Namun paku tersebut akan tertanam lebih kuat jika Anda menggunakan palu untuk menancapkannya. Dalam konteks pemasaran, palu itu adalah gambar atau visualisasi yang mendukung tagline Anda. Ini bisa diwakili oleh simbol atau logo yang ada di dalam merek Anda.

Itulah tiga tips yang perlu Anda perhatikan untuk menjadikan produk Anda memiliki posisi yang kuat di dalam benak pelanggan. Hasil akhir positioning adalah terciptanya pesan yang pas, yang menjadi alasan bagi pelanggan untuk membeli produk atau jasa kita. Sudah siap untuk mencoba?

Baca Juga: Hits Banget! Bisnis Ramah Lingkungan Ternyata Hasilkan Untung Besar!

Marketing | 15 / 11 / 2017 | 92