Mau Santai Sambil Berbisnis Online? 3 Hal Ini Wajib Diketahui!

Tren digitalisasi sudah merambah banyak sendi kehidupan!

 

Oleh: Redaksi

Saat ini, bisnis ritel juga sudah mulai bergerak ke arah digital. Tentu Anda bisa mengadopsinya sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan. Temukan cara-cara kreatif untuk “go online”. Pastikan Anda memperhatikan tiga hal berikut sebelum mengadopsi sistem digital untuk bisnis Anda: 

1. Perkembangan zaman yang menuntut adaptasi

Sesuai perkembangan, semua hal sekarang harus merambah sektor digital. Urusan beli makanan, pesan tiket, jasa transportasi, hingga cari tukang pun sekarang sudah bisa dilakukan lewat telepon genggam.

indiatimes.com

Teknologi digital memang menawarkan kemudahan dan kepraktisan. Tanpa harus banyak membuang waktu, tenaga dan uang, banyak aktivitas bisa Anda tuntaskan. Namun teknologi ini bukan tanpa kekurangan. Ketiadaan interaksi langsung seringkali menjadikan minimnya sentuhan emosional. Selain itu, faktor kepercayaan juga masih menjadi ganjalan. Banyak yang masih merasa belum seratus persen aman dan nyaman untuk melakukan transaksi secara online.

Karena itulah tren di industri ritel sekarang mengarah pada integrasi dua “dunia” tadi: online dan offline. Tren ini sering disebut dengan omnichannel. Konsep ini mulai dipraktikkan baik oleh toko online maupun offline. Toko-toko yang awalnya murni online mulai bergerak ke offline, dan yang awalnya hanya jualan biasa sekarang mulai menjual barang-barangnya secara online.

Baca Juga: Ampuh! Ini Trik Pancing Konsumen Agar Belanja di Toko Online Anda!

2. Sektor online yang merambah sektor offline

Zalora, sebuah toko pakaian online dari Singapura, memiliki cara sendiri untuk mengintegrasikan cara berjualan di dunia maya dan dunia nyata. Selain melayani pembelian secara online, sekarang mereka menawarkan konsep yang disebut cash-on-collection. Lewat konsep ini, Zalora bekerja sama dengan jaringan minimarket tertentu. Setelah melihat-lihat produk secara online, selanjutnya pelanggan bisa membeli produk dengan datang ke minimarket yang telah ditentukan.

techinasia.com

Selain itu, Zalora juga membuat “pop-up store” alias gerai sementara di berbagai pusat perbelanjaan. Tujuannya adalah mengedukasi pelanggan untuk mau mengunduh aplikasi Zalora di telepon genggamnya. Zalora yang sebelumnya hanya berjualan secara online mulai menyadari bahwa pelanggan tertentu masih belum nyaman dengan cara semacam itu. Maka mulailah mereka melakukan berbagai inisiatif baru di dunia nyata (offline).

3. Sektor offline yang harus memanfaatkan jalur online

Inisiatif sebaliknya dilakukan oleh jaringan toko Kawan Lama. Kawan Lama menaungi berbagai merek ritel seperti Ace Hardware, Informa dan Toys Kingdom. Setelah sekian lama berjaya lewat bisnis-bisnisnya tersebut, saat ini mereka mulai merambah dunia maya lewat ruparupa.com.

btstrategy.com

Lewat ruparupa.com, mereka ingin menyasar pelanggan-pelanggan yang sudah terbiasa berbelanja secara online. Tipe pelanggan semacam ini sudah memiliki kepercayaan terhadap mekanisme belanja online dan mengutamakan kepraktisan untuk mendapatkan barang.

Saat ini, membuat website tidak lagi sebuah investasi dengan biaya yang “wah”. Dengan memiliki website sendiri, Anda bisa menampilkan produk-produk yang bisa pelanggan pesan hanya lewat telepon. Kemudahan-kemudahan semacam ini merupakan manfaat lebih yang ditawarkan oleh teknologi digital. Dan di era baru ini, tuntutan untuk memanfaatkan teknologi semacam ini tidak lagi bisa dihindari.

Baca Juga: Penampilan Memang Perlu, Tapi 2 Hal Ini Bikin Bisnis Lebih Laris!

Service Trends | 17 / 11 / 2017 | 64