Mengintip Kebiasaan Tidur Orang Sukses

Apakah kebiasaan tidur atau lebih spesifik lagi, jangka waktu tidur seseorang berpengaruh pada kesuksesan?  Sepertinya, susah untuk mencari rumusan pasti karena bila mengacu pada kisah-kisah orang sukses dan kebiasan tidur, banyak di antara mereka yang bertentangan. Walaupun, secara garis besar tetap ada benang merahnya.

 

pexels.com

Sebagai contoh, mari kita lihat kebiasaan tidur Donald Trump, presiden terpilih Amerika Serikat. Trump mengklaim, sedikit tidur (bermimpi) dan lebih banyak beraksi nyata untuk mewujudkannya merupakan salah satu kunci sukses sebagai pebisnis. Trump cenderung tidak memiliki waktu tidur yang cukup dalam kesehariannya. Ia hanya tidur selama 3-4 jam setiap malam. “Bagaimana bisa seseorang yang tidur 12-14 jam sehari, bertarung dengan orang yang hanya tidur selama tiga hingga empat jam?” ujarnya seperti dilansir Daily News.

Kebiasaan tidur Trump ini, berbeda jauh dengan Presiden Barrack Obama. Presiden menjabat periode ini selalu tidur pukul satu pagi dan bangun pada pukul tujuh pagi.  Alias, rata-rata tidur enam jam per hari. Meski demikian, Obama tidak selalu sempat tidur selama enam jam karena padatnya jadwal. 

Namun, mengganggu tidur seorang presiden tetap tidak boleh sembarangan. Sang sekretaris Gedung Putih harus benar-benar mempertimbangkan secara matang apakah suatu kejadian tergolong krisis atau tidak.

“Bagi sebagian besar orang,  kurang tidur memiliki dampak di pagi hari.  Perhatian, ketangkasan, dan kewaspadaan akan berkurang ketika orang tidur kurang dari tujuh atau delapan jam selama satu atau dua haru berturut-turut,” terang Eric Olson, Co-Director di Mayo Clinic Rochester.

Tidak hanya itu, kurang tidur juga akan membuat mereka menjadi pelupa dan rentan terhadap masalah kesehatan, tarmasuk obesitas dan bahkan kematian dini. Ia menambahkan, menggunakan jam tidur untuk bekerja tidak selalu menjadi produktif. Kerja sampai larut malam – jam 21:00 – 02:00 – tidak seproduktif ketika ia bekerja dari pukul 08:00 – 17:00. Namun, bagi mereka yang kurang tidur percaya bahwa jumlah yang mereka habiskan untuk mengerjakan sesuatu adalah kunci menjadi yang terdepan.

Dr. Lisa Shives, Medical Director and Senior Sleep Specialist at Northshore Sleep Medicine, mengatakan tidur selama tujuh sampai delapan jam adalah komponen penting dari kesuksesan bisnis pengusaha. “Tidur mempengaruhi fungsi eksekutif, yaitu daerah otak yang bertanggung jawab untuk pengambilan keputusan, berpikir kreatif, memori dan waktu reaksi,” kata Shives.

Baca Juga : 5 Trik Menata Meja Kerja untuk Meningkatkan Produktivitas

 

pixabay.com

Pendapat ini diperkuat oleh David Dinges, seorang profesor psikolog di University of Pennsylvania dan peneliti tidur terkemuka di Amerika. “Pada umumnya, orang membutuhkan waktu tidur delapan jam agar bisa menampilkan sisi terbaik dari kemampuan mereka,” terang David.

Jadi mana yang baik untuk karir Anda, kurang tidur atau lebih banyak tidur?  Bagi mereka yang kurang tidur, mungkin ada sedikit kebodohan yang terjadi, terangnya. Karena kekurangan tidur biasanya tidak produktif. Jadi, apakah pola tidur Donald Trump memang hanya tiga sampai empat jam benar-benar di balik kesuksesannya? “Mungkin tidak,” kata Dinges.

Tidur malam yang baik adalah sama pentingnya dengan makan yang benar dan olahraga secara teratur. Berapa banyak waktu tidur yang dibutuhkan adalah pertanyaan banyak profesional yang sedang sibuk berjuang. Idealnya waktu tidur yang dibutuhkan adalah tujuh sampai sembilan jam setiap malamnya. Jadi, berapa rata-rata jam tidur Anda tiap malam?

Baca Juga : Pelanggan Mengeluh? Tangani dengan 3 Prinsip ini

Lifestyle | 29 / 11 / 2016 | 190631