Penampilan Memang Perlu, Tapi 2 Hal Ini Bikin Bisnis Lebih Laris!

Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang!

 

Oleh: Redaksi

Kalimat di atas adalah kata-kata yang terkenal dari Bung Karno. Maknanya adalah tentang keberanian untuk memiliki cita-cita atau target yang luar biasa. Jika Anda ingin meraih hasil yang luar biasa, tentu harus diawali dengan target yang tidak biasa juga kan? Semua itu diarahkan untuk membuat perusahaan bisa mencapai kinerja yang jauh lebih baik. Visi yang besar akan mendorong perusahaan dan karyawan untuk mengambil langkah-langkah besar.

digitalnewsasia.com

Tujuan dari penentuan target yang “gila” bukanlah untuk menakut-nakuti, tetapi justru untuk memotivasi. Tujuannya agar tim di perusahaan tertantang untuk naik ke level yang lebih tinggi. Jadi, apa yang harus diperhatikan oleh perusahaan saat menetapkan target yang “gila”?

Baca Juga: Layak Dicoba! Ini Lho Cara Praktis Agar Bisnis Laris dan Terkenal!

Faktor pertama adalah kinerja perusahaan.

Perusahaan yang sedang mengalami kemunduran atau permasalahan keuangan sebaiknya berhati-hati saat menetapkan target yang di luar kebiasaan. Bukannya tertantang untuk naik ke level yang lebih tinggi, mereka justru menganggapnya sebagai ancaman yang membuat takut dan demotivasi. Target-target “gila” lebih pas dilakukan saat perusahaan sudah mengalami pertumbuhan yang positif. Dalam situasi positif semacam ini, karyawan akan lebih siap dalam menghadapi tantangan.

appfluence.com

Target yang “gila” akan mendorong tim untuk mengeluarkan energi ekstra. Jika mereka diharuskan melompati sebuah pagar setinggi setengah meter, tanpa persiapan pun target semacam itu akan bisa dilampaui. Tapi bayangkan jika pagarnya setinggi 1 meter atau lebih. Tentu jauh-jauh hari mereka sudah harus mempersiapkan diri. Kalau perlu, latihan dilakukan setiap hari.

Faktor kedua adalah sumber daya yang dimiliki.

Sebelum membuat target yang “gila”, Anda harus melakukan analisa internal yang mendalam. Kekuatan dan kelemahan perusahaan harus dipetakan. Sumber daya yang dimiliki sudah dikaji. Sehingga, meskipun target yang ditetapkan “gila”, bukan berarti mustahil untuk mewujudkannya. Inilah yang membuat karyawan tertantang untuk mengeluarkan energi ekstra.

www.oxford-group.com

Target yang “gila” juga akan mencegah kita dari sikap berpuas diri.  Seringkali tim penjualan merasa puas saat target bisa tercapai. Ini akan menjadi bumerang jika ternyata target yang ditetapkan sebenarnya belum optimal (kurang tinggi). “Menjadi baik itu istimewa, namun merasa sudah baik itu berbahaya”, demikian kata-kata bijak berkata. Untuk membangunkan perusahaan dari jebakan sikap berpuas diri, harus ada keberanian untuk menetapkan target-target “gila”.

Karena itu, seorang pemimpin tidak bisa asal bikin target yang menantang sekadar buat gaya-gayaan. Jika ini yang terjadi, bawahannya justru bisa kehilangan motivasi. Target yang “gila” memang sulit untuk dilakukan, tetapi bukan berarti mustahil untuk diwujudkan. Target yang tinggi namun dibuat serampangan bisa berujung pada kegagalan!

Baca Juga: Harga Mahal Bisa Buat Produk Makin Laris, Lho! Kok Bisa, Ya?

Sales | 16 / 11 / 2017 | 94