Semen Gresik Raih Dua Penghargaan di Wow Brand Festive 2017 dari MarkPlus

JAKARTA - PT Semen Gresik sebagai salah satu operating company (opco) dari PT Semen Indonesia Tbk telah mendapatkan dua penghargaan Wow Brand dari Mark Plus atas hasil risetnya yang didasarkan pada konsep Marketing 4.0 (9/3). Kedua penghargaan itu adalah Brand for Good Club 2017 dan SilverTitle untuk digital campaign "Keluarga Kokoh".

 

Kedua penghargaan tersebut diberikan melalui acara The 2nd Wow Brand Festive Day 2017 yang digelar di Hotel Raffles Jakarta (9/3) dengan dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, selain itu juga hadir Founder & Chairman MarkPlus Inc, Hermawan Kertajaya, serta 700 brand leader dan marketing enthusiast.

 

Dalam sambutannya, Arief Yahya menjelaskan bahwa branding saat ini telah menjadi investasi bagi perusahaan untuk meningkatkan image yang berimbas pada meningkatnya angka penjualan. "Dalam definisi menurut sejumlah pakar, branding dapat diartikan sebagai persepsi reputasi terhadap produk atau jasa atau layanan yang dapat memberikan engagement bagi konsumen," lanjut Arief dalam rekaman video sebagai keynote speech.

 

Sementara itu Commercial Director Semen Gresik, M. Saifudin, menjelaskan strategi perseroan untuk menciptakan branding yang kuat di antaranya karena terjalinnya keselarasan antara fundamental produk yang berkualitas, peran marketing yang terukur, serta campaign yang tepat sasaran. "Dengan keselarasan itu, customer akan aware dan percaya sehingga dapat ngefans dengan produk kami,"tegasnya di sela-sela acara tersebut.

 

Keselarasan tiga proses itu, lanjut dia, sangat penting, dari mulai membangun produk berkualitas, meredefinisi segmentasi pasar (marketing), dan didukung campaign sekarang yang lebih ditarget sesuai kebutuhan. "Kalau dahulu campaign hanya tingkat distributor, tapi sekarang ke end user seperti rumah tangga, tukang bangunan, dan kontraktor,"tambahnya.

 

Dia menambahkan semua campaign itu dikemas dengan teknologi digital. Misalnya, untuk target end user seperti rumah tangga, Semen Gresik membuat platform digital bernama "keluargakokoh.com" yang didalamnya terdapat edukasi, informasi, promosi, program loyalti, serta konsultasi. Dengan teknologi digital, rumah tangga dapat diedukasi untuk menjadi member sehingga akan mendapatkan manfaat yang lebih, yaitu berupa poin atau program lainnya dan Semen Gresik pun dapat memperoleh database calon konsumen.

 

"Untuk tukang bangunan, kami membuat platform digital yakni jagobangunan.com yang dapat menjadi database end user yakni tukang bangunan dan kontraktor," paparnya. Dua platform digital itu, kata Saifudin, dapat diselaraskan, sehingga menjadi database yang solid dan menjadi alternative channel untuk transaksi online (e-commerce). "Selain itu, kami juga tetap melakukan endorsement dan menggunakan influencer untuk co branding. Diharapkan langkah-langkah ini dapat membuat kami memenangi persaingan pasar di tengah maraknya kemunculan merek-merek baru semen," pungkasnya.

 

Ditambahkan juga oleh Hermawan Kertajaya, acara The 2nd Wow Brand Festive Day 2017 ini membahas isu terbaru dan update mengenai branding, khususnya di Indonesia. "Mengacu pada konsep marketing 4.0 yang telah dikembangkan oleh Philip Kotler, tahun ini isu utama yang diangkat ialah digital branding", paparnya.

 

Seperti diketahui, keberadaan platform digital saat ini telah banyak melakukan perubahan terhadap perilaku manusia. Transformasi dari tradisional ke digital sejalan dengan masifnya pengaruh online dan media sosial dalam proses pengambilan keputusan individu. Oleh karena itu, menjadi salah satu alasan kuat mengapa mayoritas brand menggunakan platform digital untuk melakukan aktivitas branding mereka, lanjutnya.

 

"Konsep Wow Brand merupakan instrumen penting bagi para marketers untuk memahami situasi pasar, mengukur kesenjangan dengan kompetitor, dan memberikan saran strategi kepada pelaku bisnis dalam mendominasi industrinya. Konsep tersebut menyelaraskan 5 aspek utama, yang dikenal sebagai 5A, yakni Aware-Appeal-Ask-Act-Advocate yang menjadi dasar penilaian pemenang penghargaan tersebut. Hasil dari riset itu juga membandingkan antara advocate dengan awareness yang menghasilkan BAR (brand advocacy ratio)"jelas Hermawan.

Event | 21 / 03 / 2017 | 320