Sertifikasi Pekerja Kontruksi Berbuah Rekor MURI

Pelatihan dan Sertifikasi  pekerja kontruksi yang digerakkan  Semen Gresik berbuah rekor. Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat program yang dijalankan Semen Gresik ini telah sukses  meluluskan sebanyak 1.125 pekerja kontruksi di Jawa Timur.  Jumlah ini dinilai belum pernah ada  yang mampu  melakukannya, sehingga layak dicatat di MURI. Penyerahan Piagam Rekor MURI ini  diserahkan  kepada Kadep Penjualan Bambang Djoko dilakukan di Wisma Achmad Yani Gresik, Selasa (28/2). Acara ini dihadiri para  pekerja kontruksi yang telah lolos sertifikasi.

Hadir dalam penyerahan ini,  Direktur  Pemasaran dan Supplay Chain Semen Indonesia Aunur Rosyidi, Direktur Komersial Semen Gresik Mukhamad Syaifudin, Kadep  Komunikasi dan Sarana Umum Aris Sunarso, Kadep Corporate Marketing Rudi Hartono, Kadep  SVP, ICT & Strategic Procurement Mat Sulkan. 

Dikatakan Aunur Rosyidi,   penghargaan MURI ini sudah harus dibarengi dengan semangat tinggi dari seluruh jajaran Semen Indonesia dan Semen Gresik. Khususnya dalam memberikan pelayanan dan peningkatan kompetensi  bagi para pekerja kontruksi. “Yang pasti, kita  tidak akan berhenti di sini. Ke depan, akan ada banyak terobosan-terobosan lain yang intinya membekali teman-teman pekerja kontruksi  dalam menghadapi persaingan yang makin ketat,” ujarnya.

Disebutkan Aunur Rosyidi, saat ini persaingan industri semen sangat ketat.  Semen Indonesia menyambut persaingan itu dengan positif yang dibuktikan dengan terus tumbuh dan berkembangnya usaha korporasi. Baik dalam ukuran (size) maupun daerah sebaran. “Kita juga miliki diversifikasi  usaha yang terus berkembang. Karena itu, semua itu harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang mumpuni. Khususnya teman-teman pekerja kontruksi yang berada di garda terdepan,” ujarnya.

Aunur memastikan, para  pekerja kontruksi yang telah lulus sertifikasi ini, akan senantiasa menjadi bagian penting bagi kemajuan perseroan. Saat ini, Semen Indonesia  secara nasional  merupakan produsen semen dengan kapasitas terbesar yakni dengan 30 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 14 juta ton disumbangkan Semen Gresik. Tahun ini, lanjut Aunur, akan ada tambahan 6 juta ton dari Pabrik Rembang dan Pabrik Indarung VI  di Padang Sumatera Barat. “Ini produk asli karya anak negeri. Kami dan bapak-bapak sekalian pasti bangga maju bersama Semen Gresik. Produk yang kokoh dan tak tertandingi,” tegasnya.

Pelatihan dan sertifikasi merupakan program rutin   yang telah dilakukan Semen Gresik sejak 2006 lalu.  Hingga saat ini, jumlah  anggota komunitas telah mencapai 13.181 orang, hampir 6.200 diantaranya  telah mendapat sertifikasi  oleh Lembaga Penyedia Jasa Kontruksi (LPJK). Tahun ini, Semen Gresik akan melebarkan saya dengan  menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi di wilayah Jawa Barat.

Imam Prayogo dari LPJK menyampaikan terima kasih atas dukungan Semen Gresik dalam menyukseskan sertifikasi ini. Menurutnya, ini sangat membantu LPJK dalam menyertifikasi para pekerja kontruksi. “Saya kira ini  tidak sekedar luar biasa. Tapi spektakuler. Layak untuk mendapatkan rekor MURI,” tandasnya.

Ke depan, pelatihan dan sertifikasi ini akan terus diperluas. Targetnya,  sampai 2019 mendatang, sebanyak 750 ribu pekerja kontruksi telah dapatkan sertifikasi.   Dalam kesempatan  tersebut, Semen  Gresik juga menyerahkan  bantuan bea siswa kepada 28 anak  tukang. (ram/bwo)

Event | 23 / 03 / 2017 | 365