Koleksi artikel SEMEN GRESIK Business Care Center

Servis Kekinian Ini Harus Diterapkan Pebisnis, Agar Konsumen Ketagihan

Bisnis Anda perlu lho menyiapkan servis untuk pelanggan!

 

Oleh: Redaksi

Pertanyaannya adalah, servis pelanggan yang seperti apa? Tentu saja, servis yang berkualitas. Kualitas seperti apa? Mari kita belajar dari perusahaan yang boleh dibilang sukses dalam menerapkan servis pelanggan ini, seperti Amazon, Lego, dan Zappos.

Dalam artikelnya berjudul “Customer Servis tricks for Small Business” di Inc.com, Erin Kim menulis servis pelanggan yang bagus bukanlah masalah uang. Tapi, lebih pada dedikasi staf kepada konsumen. Dengan mengutip beberapa insight dari buku Micah Solomon berjudul “High-Tech, Hich-Touch Customer Service”.

Berikut empat insight temuan Erin Kim dalam buku Micah Solomon tersebut terkait dengan upaya mendongkrak servis/layanan untuk pelanggan.

1. Dukungan emosional yang wajib diberikan pada pelanggan

pixabay.com

Tahun lalu, Solomon menceritakan bahwa putrinya kehilangan dua bagian dari satu set Lego miliknya. Usai menghubungi pihak perusahaan, perusahaan langsung mengirimkan satu set pengganti tanpa diminta. Pihak perusahaan juga mengirim surat permohonan maaf dan juga mengabarkan bahwa informasi dari Solomon sudah disampaikan ke tim, dan memastikan hal serupa tidak bakal terjadi lagi. Sejak itu, Solomon dan putrinya merasa ada hubungan emosional antara mereka dengan Lego.

2. Merekrut orang tepat yang benar-benar berdedikasi

pixabay.com

Menemukan orang yang berkualitas dan cakap, bagi Solomon, tidaklah susah. Tantangan paling besar adalah merekrut orang yang mampu berbagi nilai-nilai dan visi perusahaan.Artinya, seluruh tindakan karyawan mencerminkan apa yang dicita-citakan oleh perusahaan. Zappos membentuk sistem di mana perusahaan bisa mengetahui bagaimana perusahaan bisa mengenali karyawan yang benar-benar bisa membawa visi perusahaan.

Baca Juga: 3 Cara Mendapat Kepercayaan Konsumen, Jangan Asal Ngomong Saat Jualan

3. Pahami pelanggan dengan lebih baik dan mendalam

 

pixabay.com

Salah satu yang ditekankan Solomon dalam bukunya adalah strategi antisipatori. Maksudnya, strategi memahami kebutuhan pelanggan sebelum pelanggan itu menyampaikannya secara lisan kepada perusahaan. Soal ini, Solomon mengisahkan pengalamnya dengan layanan Amazon. Suatu ketika ia ingin membeli buku melalui perangkat Kindle. Saat hampir membelinya, pihak Amazon memberitahu bahwa buku yang akan dia beli sudah ada di dalam daftar buku-buku yang pernah dibelinya. Solomon merasa Amazon telah peduli pada dirinya sehingga ia bisa berhemat waktu sekaligus uang.

4. Gunakan media sosial dengan tepat dan efektif

pexels.com

Twitter dan Facebook saat ini memungkinkan pelanggan bisa bersuara lebih vokal terhadap merek. Ini merupakan peluang sekaligus risiko baru bagi perusahaan. Sebab itu, perusahaan harus memahami media sosial yang mengubah lanskap komunikasi perusahaan-pelanggan menjadi lebih horizontal. Kalau tidak, merek bisa menjadi bulan-bulanan di media sosial. Ujungnya, citra merek menjadi buruk dan mempengaruhi bisnis perusahaan.

Baca Juga: Inspiratif, Begini Kisah Rudy Hadisuwarno dalam Mencapai Kesuksesan!

08 / 12 / 2017
Oleh: Redaksi
tagline