Tak Hanya Bisnis Lancar, 4 Hal Ini Juga Bikin Anda Disukai Banyak Teman!

Berteman dengan tukang sate, bau asap; berteman dengan tukang parfum, bau wangi!

 

Oleh: Redaksi

1. Pribadi positif yang selalu berkumpul dengan pribadi positif lain

Anda barangkali pernah mendengar metafora di atas. Orang-orang di sekitar kita akan memengaruhi kualitas kita, demikian kurang lebih maknanya. Jika Anda berteman dengan orang-orang yang bersifat buruk, maka besar kemungkinan Anda akan “tertular” juga, demikian pula sebaliknya.

pixabay.com

Ini menegaskan pentingnya menjalin networking dengan orang-orang yang bisa menyebarkan aura positif kepada diri kita. Jika di dalam networking penjualan kita akan “menyeleksi” orang-orang berdasarkan potensinya untuk menjadi pelanggan kita, maka dalam networking secara umum pun kita tidak bisa sembarangan mengambil teman. Lihatlah karakternya sebelum memasukkan seseorang ke dalam lingkaran network kita.

2. Energi dan emosi yang menular dalam satu lingkungan

Ini penting diperhatikan karena energi itu bisa menular lewat network kita. Benar! Bukan hanya virus yang bisa menular, energi/emosi pun bisa! Riggio dan rekan-rekannya sesama peneliti (1981) melakukan sebuah uji coba sederhana terhadap dua orang responden yang ditempatkan di sebuah ruangan tunggu bersama seseorang yang sangat ekspresif. Ternyata, emosi kedua responden tadi bisa ikut-ikutan naik turun mengikuti emosi orang pertama yang sangat ekspresif tadi. Nah, terbukti kan emosi bisa menular?

pexels.com

Riset yang lebih serius dilakukan oleh Dr. Nicholas Christakis, seorang ahli sosial di Harvard Medical School bersama James H. Fowler, seorang peneliti politik dari Universitas California. Tidak main-main, riset ini dilakukan selama periode 20 tahun (1983–2003). Kedua peneliti tersebut dengan tekun mengikuti bagaimana orang-orang tersebut berhubungan dengan ribuan teman, pasangan, kerabat, hingga tetangga-tetangga dekatnya.

Baca Juga: Ternyata Ini Dia Sosok Nyentrik di Balik Kesuksesan Merek Kaus Joger!

3. Jadi pemimpin yang harus bisa menyebarkan sikap positif

Kesimpulan yang didapatkan sangat menarik. Mereka menemukan bahwa emosi (baik positif maupun negatif) bisa menular hingga dua “tingkatan”. Jadi, jika Anda marah-marah kepada teman Anda, maka emosi negatif tersebut akan cenderung ia teruskan lagi ke orang lain yang di kenalnya, bisa saudara, keluarga maupun temannya yang lain. Artinya, emosi negatif kita bisa menjangkau orang-orang yang bahkan sama sekali tidak kita kenal!

pixabay.com

Jika orang asing saja bisa memengaruhi emosi kita, tentu pengaruh emosi seorang pemimpin kepada anak buahnya bisa lebih besar lagi. Mungkin inilah yang diyakini oleh Tony Hsieh, CEO Zappos. Sang Pemimpin perusahaan online yang nyentrik ini percaya bahwa untuk membahagiakan pelanggan, perusahaan harus bisa membahagiakan karyawan-karyawannya terlebih dahulu. Sebab, pemimpin dalam hal ini berperan sebagai poros utamanya. Masuk akal, kan?

4. Pemimpin berjiwa positif yang menjadi inspirasi

Jika Anda tidak menyebarkan energi dan emosi positif kepada karyawan, maka jangan berhadap mereka akan menyebarkan emosi positif kepada pelanggan. Karena itu, sebagai pemimpin Anda harus bisa membentengi diri dengan orang-orang yang senantiasa menyebarkan energi dan emosi yang positif juga. Berbicara dan berbagi cerita dengan mereka akan membuat energi dan emosi Anda lebih baik.

digitalnewsasia.com

Harapannya, Anda pun akan bisa bersikap lebih baik dan positif kepada karyawan. Ujung-ujungnya, mereka juga akan memberikan perlakuan yang sama kepada pelanggan. Kalau sudah begini, siapa yang akan diuntungkan? Anda juga kan?

Baca Juga: 4 Hal Ini Jadi Rahasia Pebisnis Sukses dalam Bernegosiasi!

Marketing | 22 / 11 / 2017 | 105